Newsflash

Pasar Ekspor Kertas Mengalami Pertumbuhan Yang Cukup Signifikan

"Dengan meningkatnya permintaan kertas di pasar ekspor, maka telah membuat produsen meningkatkan kapasitas produksinya. Hal ini membuat realisasi investasi industri kertas mengalami kenaikan sebesar 8% dibandingkan tahun lalu," Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Agro, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Benny Wahyudi, di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Benny menjelaskan bahwa investor dalam negeri masih banyak untuk menanamkan modalnya di sektor kertas sementara investasi pulp kemungkinan akan banyak diminati oleh investor asing. Menurut dia, beberapa produsen kertas dalam negeri juga turut serta meningkatkan kapasitasnya produksinya demi memenuhi permintaan pasar ekspor.

Terkait dengan rencana pemerintah untuk menaikkan biaya energi, secara tidak langsung akan memberi dampak bagi industri kertas. Pasalnya industri kertas membutuhkan energi batubara dalam menjalankan roda bisnisnya. Namun tidak sampai menggangu rencana investasi. "Pabrikan kertas lebih banyak menggunakan batu bara sebagai sumber energi. Selain itu, tuduhan dumping terhadap produk kertas Indonesia di pasar ekspor tidak akan berdampak terlalu signifikan karena permintaannya terus bertambah," paparnya.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang diolah Kemenperin, investasi di sektor industri kertas dan barang cetakan pada tahun lalu untuk PMDN sebesar Rp7,56 triliun dengan 64 proyek. Sedangkan untuk PMA dari 57 proyek menghasilkan investasi sebesar Rp1,30 triliun. Total investasi sektor industri manufaktur pada 2012 meningkat dari Rp99,6 triliun menjadi Rp155 triliun.